Berbeda dengan generasi sebelumnya, Gen Z tumbuh di dunia yang serba tidak pasti. Dunia kerja fleksibel, tapi juga tidak stabil. Harga terus naik, sementara jaminan masa depan makin kabur. Itulah sebabnya mengelola uang sekarang bukan cuma tentang kaya, tapi tentang rasa aman.
Kenapa Banyak Gen Z Merasa Uangnya Selalu Kurang?

Salah satu penyebab utamanya adalah pengeluaran kecil yang terus mengalir tanpa terasa. Kopi, langganan aplikasi, jajan online, ongkir, dan promo semuanya tampak murah, tapi kalau dijumlahkan nilainya bisa setara cicilan.
Tips Mengatur Keuangan bagi Gen Z
Di sinilah pentingnya cara mengatur keuangan yang realistis bagi Gen Z, bukan yang kaku dan bikin stres.
1. Mulai dari Sistem, Bukan dari Larangan
Banyak orang gagal menabung karena langsung memaksakan diri berhenti jajan. Biasanya bertahan sebentar, lalu menyerah dan kembali boros. Yang lebih efektif justru membuat sistem sederhana. Misalnya:
- Satu rekening khusus kebutuhan
- Satu untuk hiburan
- Satu untuk tabungan
Dengan begitu, kamu tetap bisa menikmati hidup, tapi uangmu tidak tercampur dan lebih mudah dikontrol.
2. Jangan Menyiksa Diri dengan Konsep “Harus Hemat”
Gen Z punya satu masalah unik yakni mereka ingin stabil, tapi juga ingin menikmati hidup. Di sinilah konsep soft saving jadi penting. Kamu tetap menabung, tapi tidak merasa hidupmu berhenti. Menabung yang baik itu yang bisa kamu lakukan konsisten, bukan yang bikin kamu frustrasi.
3. Waspadai Pola Belanja karena Emosi

Banyak anak muda belanja bukan karena butuh, tapi karena sedang capek, sedih, atau tertekan. Fenomena ini dikenal sebagai doom spending. Belanja memang bikin lega sebentar, tapi sering meninggalkan rasa bersalah setelahnya.
Kalau kamu sering seperti ini, masalahnya bukan di uang, tapi di cara kamu menggunakan uang untuk mengobati stres. Memahami ini adalah bagian penting dari cara mengatur keuangan bagi Gen Z yang jarang dibahas.
4. Uang Kecil Jangan Diremehkan
Saldo sisa, cashback, pulsa tidak terpakai, atau kembalian digital sering dianggap tidak penting. Padahal jika dikumpulkan, nilainya bisa cukup besar dalam sebulan. Orang yang punya kondisi keuangan sehat biasanya bukan yang penghasilannya paling besar, tapi yang paling pintar memanfaatkan hal-hal kecil.
5. Dana Darurat Lebih Penting dari Gengsi
Banyak Gen Z ingin langsung investasi atau membeli barang mahal demi terlihat “maju”. Padahal tanpa dana darurat, satu kejadian tak terduga saja bisa menghancurkan semuanya.
Punya tabungan darurat berarti kamu tidak panik ketika:
- HP rusak
- Sakit
- Kehilangan pekerjaan
- Atau harus pindah mendadak
Inilah fondasi paling nyata dalam cara mengatur keuangan bagi Gen Z.
6. Hidup Tenang Itu Lebih Mahal dari Barang Mahal
Tujuan mengatur uang sebenarnya sederhana yakni supaya hidup tidak penuh kecemasan. Saat kamu tahu tagihan aman, tabungan ada, dan pengeluaran terkendali, kamu punya ruang untuk berpikir jernih dan membuat keputusan yang lebih baik.
Itulah yang membuat uang begitu penting, bukan sebagai simbol status, tapi sebagai alat untuk menciptakan rasa aman.
Gen Z bukan generasi yang tidak peduli uang. Justru sebaliknya, mereka generasi yang sadar bahwa hidup tanpa kontrol finansial itu melelahkan. Dengan memahami cara mengatur keuangan secara lebih manusiawi dan realistis, kamu tidak hanya menjaga dompetmu, tapi juga menjaga kesehatan mentalmu.