Fenomena larangan ini bukan tanpa alasan. Sebagai platform game online yang memungkinkan pengguna untuk menciptakan dan memainkan ribuan permainan buatan komunitas, Roblox memang menyajikan pengalaman interaktif yang menarik. Namun, di sisi lain, konten di dalamnya tidak sepenuhnya aman untuk anak-anak. Mari kita bahas fakta-fakta di balik keputusan Kemendikdasmen agar pelajar lebih berhati-hati terhadap game ini.
Apa Itu Game Roblox?
Sebelum membahas lebih jauh tentang larangan, penting untuk memahami apa itu game Roblox. Roblox adalah platform permainan daring yang memungkinkan pengguna membuat game sendiri sekaligus memainkan game buatan orang lain. Dengan fitur interaktif dan visual yang ramah anak, Roblox berhasil menarik ratusan juta pemain dari berbagai negara.
Namun, sifat Roblox yang terbuka membuatnya rentan terhadap konten tidak pantas. Dari sinilah muncul kekhawatiran pemerintah, khususnya Kemendikdasmen bahwa game ini dapat memberikan dampak negatif jika dimainkan tanpa pengawasan orang tua.
Alasan Kemendikdasmen Melarang Game Roblox
Ada beberapa alasan mengapa Kemendikdasmen melarang anak-anak usia sekolah dasar untuk memainkan Roblox.
1. Mengandung Unsur Kekerasan
Beberapa mini game di Roblox menampilkan adegan kekerasan seperti membanting karakter atau perkelahian. Walaupun terlihat sederhana, anak-anak usia SD cenderung meniru perilaku tersebut di dunia nyata.
2. Sulit Membedakan Realita dan Fiksi
Anak-anak belum sepenuhnya mampu memahami perbedaan antara dunia nyata dan dunia virtual. Apa yang mereka lihat di layar bisa dengan mudah mereka tiru tanpa memikirkan konsekuensinya.
3. Potensi Paparan Konten Negatif
Karena siapapun bisa membuat game di Roblox, ada kemungkinan muncul konten tidak sesuai dengan usia anak, termasuk interaksi dengan pemain asing yang berpotensi berbahaya.
4. Dampak Kesehatan dan Perilaku
Kebiasaan bermain gadget terlalu lama dapat membuat anak malas bergerak, mengalami gangguan motorik, hingga memicu sifat emosional yang tidak stabil.
Peran Orang Tua dalam Mengawasi Game Online
Kemendikdasmen menekankan bahwa pengawasan orang tua sangat penting dalam menyikapi tren bermain game Roblox. Alih-alih sekadar melarang, orang tua diharapkan mampu memberikan edukasi digital, membatasi waktu bermain, serta mengarahkan anak ke konten yang lebih aman dan edukatif.
Selain itu, diskusi terbuka antara orang tua dan anak juga dapat membantu anak memahami mengapa beberapa game mungkin tidak baik untuk mereka. Dengan begitu, larangan bukan sekadar aturan kaku, melainkan langkah perlindungan yang dapat dipahami anak.
Imbauan Kemendikdasmen tidak berdiri sendiri. Beberapa kementerian dan dinas pendidikan daerah juga mendukung larangan ini. Tujuannya jelas, yaitu melindungi generasi muda dari dampak buruk game online yang tidak sesuai usia. Bahkan sejumlah penelitian juga menguatkan bahwa paparan kekerasan dalam video game dapat memengaruhi perilaku agresif anak-anak.
Baca Juga: 5 Game Online Gratis yang Wajib Kamu Coba
Larangan Kemendikdasmen terhadap game Roblox bukan semata-mata untuk membatasi kesenangan anak, melainkan sebagai upaya melindungi mereka dari konten yang berisiko. Dengan pengawasan ketat dari orang tua, pemilihan game yang tepat, serta literasi digital sejak dini, anak-anak tetap bisa menikmati dunia game tanpa mengorbankan kesehatan fisik maupun mental mereka.