Inovasi ini hadir sebagai jawaban atas kebutuhan sistem perpajakan yang lebih terintegrasi, transparan, dan memudahkan masyarakat dalam memenuhi kewajiban pajaknya tanpa harus melewati birokrasi yang berbelit-belit.
Kehadiran sistem baru ini bukan sekadar pembaruan tampilan antarmuka, melainkan sebuah transformasi menyeluruh dalam proses bisnis perpajakan di Indonesia atau terkenal dengan Pembaruan Sistem Inti Administrasi Perpajakan (PSIAP).
Bagi Wajib Pajak, baik perorangan maupun badan usaha, memahami cara kerja sistem ini menjadi sangat krusial agar proses pelaporan dan pembayaran pajak berjalan lancar. Transisi dari sistem lama (SIDJP) menuju sistem modern ini diharapkan mampu meningkatkan rasio kepatuhan pajak sekaligus memberikan rasa adil bagi seluruh pembayar pajak.
Apa Itu Sistem Coretax dan Mengapa Penting?

Secara definisi teknis, Core Tax Administration System (CTAS) adalah sistem teknologi informasi yang menyediakan dukungan terpadu bagi tugas-tugas pelaksanaan tugas DJP. Sederhananya, sistem coretax adalah “super app” atau platform tunggal yang mengintegrasikan seluruh layanan perpajakan yang sebelumnya terpisah-pisah.
Jika dulu kamu mungkin bingung harus mengakses DJP Online, e-Faktur, atau e-Bupot secara terpisah, sistem baru ini menyatukan semuanya dalam satu ekosistem yang seamless. Pentingnya sistem ini terletak pada kemampuannya mengelola data secara real-time dan akurat. Sistem ini di rancang untuk meminimalisir interaksi fisik antara Wajib Pajak dan petugas pajak, sehingga potensi human error atau penyimpangan dapat di tekan sekecil mungkin.
Otoritas pajak membangun sistem ini dengan basis data yang terhubung langsung dengan NIK (Nomor Induk Kependudukan) dan data finansial lainnya, menciptakan profil Wajib Pajak yang komprehensif (Taxpayer Account Management).
Fitur Unggulan pada Sistem Coretax
Salah satu alasan utama mengapa DJP mendorong migrasi ke sistem ini adalah fitur yang kamu mempermudah pengguna. Dalam sistem coretax, terdapat beberapa fitur revolusioner yang mengubah cara kita mengurus pajak, antara lain:
1. Taxpayer Account Management (TAM)
Ini adalah fitur di mana Wajib Pajak bisa melihat seluruh riwayat transaksi perpajakannya dalam satu tampilan. Mulai dari riwayat pembayaran, utang pajak, hingga status pelaporan SPT, semuanya tersaji transparan. Kamu tidak perlu lagi membongkar arsip kertas untuk mencari bukti lapor tahun lalu.
2. Layanan Edukasi dan Bantuan Interaktif

Sistem ini tidak hanya menuntut kamu membayar, tetapi juga membimbing. Terdapat fitur bantuan yang lebih cerdas untuk menjawab pertanyaan Wajib Pajak terkait aturan yang berlaku sesuai dengan profil bisnis atau pekerjaannya.
3. Pre-populated SPT (Pengisian Otomatis)
Ini adalah fitur yang paling ditunggu. Data pemotongan pajak dari pihak ketiga (misalnya dari pemberi kerja atau bank) akan otomatis masuk ke dalam draf SPT kamu. Wajib Pajak hanya perlu melakukan verifikasi dan konfirmasi tanpa perlu mengetik ulang angka satu per satu, sehingga risiko salah ketik dapat terhindari.
Manfaat bagi Wajib Pajak
Implementasi sistem baru ini memberikan efisiensi waktu yang signifikan. Proses bisnis yang sebelumnya memakan waktu berhari-hari, kini bisa terselesaikan dalam hitungan menit lewat sistem coretax yang dapat di akses kapan saja dan di mana saja. Bagi pengusaha, ini berarti pengurangan biaya kepatuhan (cost of compliance) karena administrasi pajak menjadi lebih sederhana dan tidak membebani operasional bisnis.
Selain itu, sistem ini menjunjung tinggi asas transparansi. Wajib Pajak bisa memantau proses permohonan mereka secara langsung, misalnya permohonan pengembalian kelebihan pembayaran pajak (restitusi). Tidak ada lagi istilah “berkas hilang” atau ketidakjelasan status, karena setiap tahapan terekam secara digital dan dapat dilacak (traceable).
Perubahan menuju digitalisasi total adalah sebuah keniscayaan yang tidak bisa dihindari. Sistem perpajakan baru ini adalah langkah maju Indonesia untuk sejajar dengan negara-negara maju dalam hal administrasi fiskal. Meskipun pada awalnya mungkin memerlukan penyesuaian, namun tujuan akhirnya adalah kemudahan dan keadilan.
Sebagai Wajib Pajak yang taat, langkah terbaik saat ini adalah mulai memvalidasi data NIK dan NPWP kamu serta mempelajari fitur-fitur dasar yang tersedia. Dengan memanfaatkan teknologi ini secara optimal, urusan perpajakan tidak lagi menjadi beban yang menakutkan.